Kemuning Jepang

Murraya paniculata (L.) Jack

Pohon kecil yang bercabang banyak dengan tinggi sekitar 2–4 meter, tetapi dapat tumbuh hingga 12 meter jika dibiarkan. Daunnya majemuk, berbentuk bulat telur sungsang atau jorong, licin, mengkilap, dengan warna hijau dan panjang 2-7 cm. Bunganya berwarna putih, harum, terdiri atas lima helai kelopak, dan biasanya tumbuh di ujung cabang. Buah kemuning berbentuk bulat telur, berwarna dari hijau saat muda hingga oranye atau merah terang saat matang, biasanya berukuran hingga 10 mm. Tanaman ini sangat dikenal sebagai tanaman hias, tanaman pagar, serta memiliki aroma bunga yang khas sehingga sering dimanfaatkan dalam industri parfum. Di beberapa budaya, bunganya digunakan sebagai hiasan dalam upacara adat.
Nama LatinMurraya paniculata (L.) Jack
Nama FamiliRutaceae
Distribusi AsliCina bagian selatan, Taiwan, India dan sekitarnya, Asia Tenggara, Australia bagian utara
Ruang Tumbuh OptimalTumbuh optimal di daerah tropis dan subtropis dengan curah hujan cukup, tanah yang subur, gembur, dan drainase baik. Membutuhkan sinar matahari penuh hingga sebagian (6–8 jam/hari), namun dapat beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan.
PemanfaatanKemuning Jepang dimanfaatkan sebagai tanaman hias, tanaman pagar, sumber aromaterapi dari bunganya, dan digunakan dalam upacara atau rangkaian bunga. Daun, akar, dan kulit batang kemuning digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi bisul, memar, sakit gigi, demam, batuk, dan masalah kulit. Rebusan bagian tanaman ini juga dipercaya dapat digunakan sebagai pelengkap perawatan kecantikan seperti pencerah kulit, serta untuk perawatan kesehatan jantung dan mencegah penuaan.

Subscription Request Successfully placed!

Your Message successfully sent!